Showing posts with label ARTIKEL PAUD. Show all posts
Showing posts with label ARTIKEL PAUD. Show all posts

17 October 2018

Download Kumpulan Artikel Jurnal PAUD Internasional


Saat ini pemerintah dalam hal ini Ristekdikti sedang menggalakkan publikasi baik nasional maupun internasional. Dosen, guru, mahasiswa dituntut untuk mempublikasikan hasil penelitiannya melalui Jurnal nasional maupun internasional yang tentunya memiliki reputasi.

Untuk bisa lolos dan dipublikasikan di jurnal berkualitas, tentunya artikel yang dikirimkan juga harus memiliki kualitas, dan salah satu ciri artikel yang berkualitas adalah memiliki banyak referensi internasional.

Dalam postinga kali ini, Kiki membagikan kumpulan artikel yang bisa di download langsung pada link dibawah. Artikel tersebut Kiky dapatkan dari dua Database yaitu Science Direct dan Cengage.

Mudah-mudahan postingan ini bermanfaat, Amin





07 October 2018

Anak-Anak Korban Gempa dan Tsunami Palu dan Donggala Sulawesi Tengah Harus Mendapat Perhatian Serius

Hari Jumat 28 September 2018 saat terjadi Gempa dan disusul Tsunami di Kota Palu dan Donggala Sulawesi Tengah banyak memakan korban jiwa. Banyak masyarakat yang kehilangan saudaranya, anak, istri, suami serta harta bendanya.

Bagi orang dewasa tentulah hal ini menjadi pukulan yang berat, terbayangkan mereka harus kembali bangkit menata kehidupannya, mencari pekerjaan baru, membangun rumah baru dan kesulitan lainnya. Namun bagi orang beriman pastinya yakin bahwa kehidupan ini sudah ada yang jamin kebutuhannya yakni Alloh Subhanahu Wata'ala.

Anak-Anak yang menjadi korban tentunya merasakan pukulan yang berat dibalik keceriaan yang mereka tampilkan saat kita melihatnya. Anak dengan karakter mainnya, karakter suka bergeraknya, karakter polos dan lugunya, karakter mudah bosannya tentu sekilat terlihat ekspresi yang berwarna warni. Namun demikian dibalik itu semua mereka membutuhkan kasih sayang dari orang terdekatnya yang mungkin ada diantara mereka yang kehilangan ayah, ibu dan saudaranya.

Selamatkan anak-anak korban gempa dan tsunami dengan memberikan perhatian lebih kepada mereka, berikan hak bermain bagi mereka dan hak-hak anak lainnya.

Yang bisa dilakukan adalah memberikan doa bagi mereka bagi kita yang tak mampu kesana, memberikan bantuan berupa uang, pakaian layak pakai bagi yang memiliki kepedulian buat mereka.
Mudah-mudahan apa yang dialami oleh mereka dapat menjadi tonggak kebangkitan masyarakat kota Palu dan Donggala serta sekitarnya yang terkena musibah gempa dan tsunami, untuk menjadi masyarakat yang semakin baik dari sebelumnya. Amin

05 March 2017

Salah Asuh Orang Tua yang Sering Tak Disadari Menjerumuskan pada Anak Usia Dini

Kiki dan Lana
Assalamualaikum

Kasih ibu sepanjang hayat, kasih anak sepanjang galah, itulah pepatah yang sering kita dengar untuk menggambarkan betapa besarnya kasih sayang orang tua kepada anak, dan betapa besar kasih sayang anak kepada orang tuanya.

Orang tua dalam memberikan kasih sayang kepada anaknya memiliki pola dan cara yang berbeda-beda. perbedaan ini diakibatkan beberapa faktor.

Pertama,  Pola Asuh dari orang tua sebelumnya. Kita tahu bahwa manusia mempunyai sifat kemajemukan, artinya manusia cenderung menirukan apa yang dilihat dan dialaminya. Oleh karenanya Pola asuh orang tua terhadap anak bisa saja dilakukan secara turun temurun. Pola asuh yang diterapkan kepadanya itulah yang diterapkan kepada anak-anaknya.

Kedua, Tingkat Pendidikan. Pengalaman dan materi pelajaran yang didapat dibangku sekolah memberikan dampak pada pola berpikir sehingga mewarnai pola asuhnya terhadap anak. Logikanya semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin bagus pola asuh terhadap anak.

Ketiga, Lingkungan tempat tinggal. Lingkungan keluarga menjadi faktor dominan dalam memberikan warna terhadap pola asuh orang tua, disamping lingkungan masyarakat yang tak kalah kuatnya dalam memberikan andil terhadap pola asuh orang tua.

Disamping ketiga faktor diatas, masih banyak faktor yang mempengaruhi pola asuh orang tua terhadap anak, namun ketiga faktor diatas lah yang paling dominan.

Salah Asuh Orang Tua Terhadap Anak

Ada seorang anak usia 4 tahun minta dibelikan Jajanan pada ibunya, karena ibunya tidak membelikan, maka sianak menangis, ketika anak menangis, ibunya masih cuek, mengetahui ibunya cuek, anak bikin ulah dengan mengguling-gulingkan badannya di tanah. karena ibunya malu anaknya berbuat demikian, maka ibunya dengan berat hati memberikan Jajanan yang diinginkan anaknya.
Kejadian ini terjadi berulang-ulang, setiap anak meminta sesuatu, dan orang tua tidak menurutinya, dia melakukan perbuatan yang sama, dan orang tua juga melakukan hal yang sama pula.

Dari contoh diatas, dapat kita ketahui beberapa hal.
  1. Anak mencari perhatian orang tua untuk mendapatkan apa yang dia di inginkan dengan beberapa cara berjenjang. Diawali dengan meminta baik-baik, jika tidak berhasil, dia menangis, jika tidak berhasil juga, dia membuat malu orang tuanya dengan berbagai cara, berguling-guling, melempar atau apa saja. (Naah ini tergolong anak cerdas, dan kreatif banyak inisiatif yang dimilikinya.
  2. Orang tua memberikan apa yang diinginkan anaknya karena rasa malu terhadap orang disekitarnya, bukan karena pertimbangan kasih sayang atau pertimbangan kesehatan dan berhemat.
Apa yang harus dilakukan orang tua ?

ketika menghadapi situasi seperti ini hendaknya orang tua melakukan hal-hal sebagai berikut;
  1. Saat anak meminta sesuatu, orang tua memberikan penjelasan kenapa boleh dan kenapa belum atau atau tidak boleh, Sebagian besar orang tua tidak memberikan penjelasan, dengan kata-kata "pokoknya  tidak boleh" dan kata-kata sejenisnya.
  2. Ketika anak tidak mau mengerti dengan apa yang disampaikan orang tuanya, maka orang tua harus tegas bahwa yang diminta anak tidak bisa diberikan. dengan terus memberikan pengertian.dan bentuk ketegasan lainnya. Pastikan anak dapat mengerti apa yang orang tua sampaikan.
  3. Mengalihkan perhatian anak kepada kegiatan lainnya yang lebih menarik, sehingga anak lupa dengan apa yang dimintanya. Kita tahu bahwa anak masih labil dan mudah berubah. Sifat inilah yang kita manfaatkan untuk meredakan keinginannya.
Inilah beberapa cara yang dapat digunakan untuk memperbaiki pola asuh orang tua terhadap anak.
Masih banyak contoh pola asuh yang salah orang tua pada anak, Insyaalloh akan dibahas pada kesempatan lainnya.

Mudah-mudahan bermanfaat. Amin

Wassalamualaikum

18 January 2017

Problematika PAUD Daerah di Indonesia

Oleh Rika Andriani
Mahasiswa PG-PAUD Pahlawan
Aktivitas pembuatan APE untuk Pembelajaran PAUD

Problematika PAUD di Daerah sangat banyak sekali, tetapi dari sekian banyak masalah tersebut ada beberapa masalah yang paling mencolok, diantaranya:

a. Guru yang belum memiliki kualifikasi akademik S1
Banyak guru PAUD dikabupaten Kampar yang belum memiliki gelar S1 PAUD. Padahal pemerintah sudah mewajibkan semua guru disemua jenjang pendidikan harus memiliki kualifikasi akademik S1. Masalah yang ada dilapangan ini menunjukkan banyak guru-guru yang sudah lanjut usia malas untuk melanjutkan kuliah lagi untuk mengambil S1, dan mereka pun masih menerima tunjangan profesi walaupun sudah tidak sesuai dengan ketentuan kualifikasi akademik yang berlaku saat ini. Masih banyak guru yang kualifikasinya tidak sesuai (tidak berpendidikan guru TK), sehingga kemampuan mereka dalam mengelola PAUD masih kurang,baik dalam merencanakan, melaksanakan maupun mengawasi mengevaluasi program PAUD.
Jadi solusi menurut saya selaku mahasiswa dan sebagai calon pendidik adalah pemerintah harus benar-benar mendorong serta memotivasi guru-guru yang belum memiliki gelar S1 untuk melanjutkan kuliahnya dengan memberikan beasiswa bagi guru yang melakukan study lanjut dan memberikan sanksi tegas bagi guru-guru yang sulit diatur seperti pemberhentian pemberian tunjangan sampai pemberhentian tugas kalau kalau sudah benar-benar keterlaluan dan tidak bisa diatur. Sebagai guru perlu akan adanya kesadaran yang lebih baik untuk mematuhi peraturan pemerintah, karena kalau seorang guru tidak menguasai profesi yang dia ambil, bisa-bisa terjadinya MALL praktek di Lembaga PAUD, dan itu akan mengakibatkan dampak buruk kepada peserta didik.

b. Masalah sarana dan prasarana pendidikan
Fasilitas yang minim masih menjadi permasalahan utama disetiap sekolah di Indonesia khususnya di daerah kabupaten Kampar. Banyak fasilitas di TK masih kurang memadai, terutama daerah-daerah yang jauh dari kota seperti atap yang bocor, bangku sekolah yang rusak, pagar yang jebol, toilet yang kurang nyaman untuk digunakan dan masih banyak lagi yang lainnya.Semua itu terjadi akibat kurangnya perhatian pemerintah terhadap sekolah/lembaga yang ada didaerah-daerah kecil.

Tidak Cuma itu saja, akibat kurang kreatifnya seoarang guru membuat media pembelajaran di sekolah tersebut menjadi kurang, padahal kalau gurunya kreatif tidak perlu membeli barang yang mahal untuk menjadikan sebagai media, cukup dengan menggunakan barang-barang bekas yang masih layak pakai atau digunakan. Barang tersebut sangat banyak gunanya, seperti tutup botol aqua yang sudah tidak terpakai bisa dijadikan sebagai media pembelajaran, batol minuman plastik bisa dijadikan bunga hias untuk digantungkan didekat jendela, hal tersebut akan menjadikan suasana yang indah, nyaman dan menarik anak untuk mengikuti proses belajar mengajar. Jadi solusi saya selaku mahasiswa dan calon pendidik adalah adanya hubungan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, bahkan ke daerah terpencil sekalipun.

Sebagai seorang guru hendaknya lebih profesional lagi dalam proses belajar mengajar dan kreatifitasnya ditingkatkan lagi, menciptakan media pembelajaran sendiri tanpa harus membeli, hanya modal kreatif dan alat bekas sudah akan terciptanya media pembelajaran yang bagus dan menarik bagi anak.

c. Minimnya tunjangan atau gaji Guru PAUD
Masih minimnya tunjangan atau gaji guru PAUD sekarang ini, apalagi guru-guru yang berada di desa-desa kecil yang jauh dari kota. Gaji yang mereka terima sangat minim sekali, yang lebih parahnya lagi ada yang tidak digaji sama sekali. Hal ini terjadi akibat kurangnya perhatian pemerintah terhadap nasib guru PAUD khususnya yang ada di desa-desa. Jadi solusi saya selaku mahasiswa dan calon pendidik ialah pemerintah pusat seharusnya lebih memperhatikan nasib guru PAUD khususnya yang diaerah terpencil yang jauh dari kota, hendaknya pemerintah lebih bijaksana dalam menanggapi hal ini, karena ini akan berdampak kepada masa depan lembaga PAUD selanjutnya.

Realitas Guru PAUD

Realitas guru PAUD adalah terjadinya kesenjangan hak dan kewajiban antara guru PAUD dengan guru Non PAUD. Hak guru PAUD lebih kecil dari guru non PAUD. Pasalnya, guru PAUD bukan sekedar mengajar atau mendidik melainkan mengasuh, mengasah, dan mengasihi (asih, asuh, dan asah : 3A). tugas ini jelas berbeda dengan guru non PAUD yang ketika dikelas atau disekolah hanya mengajar atau mendidik.

Faktanya hak guru PAUD lebih kecil dari pada guru Non PAUD, padahal tugas seorang guru Paud lebih berat dibandingkan dengan tugas guru Non PAUD, karena tugas guru PAUD tidak hanya mengajar dan mendidik, tetapi juga mengasah, mengasuh dan mengasihi (asah,asuh asih, 3A). sedangkan tugas guru Non PAUD hanya sekedar mengajar dan mendidik saja. Patokan awalterletak pada jenjang lembaga PAUD yaitu contohnyaTK. Disini merupakan proses pertama anak dalam menjalani proses belajar dan merupakan pengembangan dalam masa keemasannya yaitu GOLDEN AGE.

Dengan program yang ada di TK diharapkan dapat berkembangnya pola pikir anak secara optimal, mengembangkan seluruh potensi yang mereka miliki, bakatminatnya akan tampak ketika mereka berada di lembaga PAUD. Jadi sangatlah penting jenjang PAUD bagi anak-anak, untuk mengembangkan kemapuan yang mereka miliki dan tidak melewatkan masa-masa GOLDEN AGE. Jadi disini dimintak perhatian pemerintah terhadap hak guru PAUD, kebijaksanaan pemerintah terhadap nasib guru PAUD, pemerintah jangan saja memandang profesi guru SD,SMP, dan SMA karena patokan awal dunia pendidikan terletak di lembaga PAUD. Karena disini anak diibaratkan sebagai kertas putih yang bersedia merima coretan apa saja, warna apa saja yang diberikan oleh gurunya, apabila gurunya salah dalam mengajar ataupun dalam mendidik maka salah lah anak ini untuk seterusnya. 6 aspek yang dikembangkan oleh guru PAUD, yaitu: Nilai agama dan moral, Fisik-motorik, Sosial emisional, Bahasa, Kognitif, dan Seni. Ke-6 aspek ini harus mampu dicapai oleh AUD, dan tugas itu merupakan tugas dari guru PAUD itu sendiri.

Biaya Pendidikan di PAUD Mahal

Biaya pendidikan di PAUD terbilang mahal, jauh melebihi pendidikan dasar karena belum adanya program pemerintah yang memberikan BOP pada PAUD. Akibatnya, justru banyak orangtua yang tidak mampu menyekolahkan anaknya dilembaga PAUD dan menunggu hingga usia 6 tahun kemudian masuk SD karena gratis. Hal ini berimplikasi secara langsung terhadap masa keemasan anak (golden ages) yang secara otommatis terlewatkan. Jika hal ini dibiarkan, akan semakin banyak anak yang menyia-nyiakan masa keemasannya.

Seharusnya sebagai orang tua kita harus lebih memperhatikan pendidikan anak dari pada biaya yang hendak dikeluarkan, terutama Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang pendidikan pertamanya terletak pada Satuan Lembaga PAUD seperti KB dan TK. TK merupakan tempat anak mengembangkan semua potensi dan bakatnya, dimana pada masa ini masa-masa keemasan anak akan berkembang sangat cepat, pertumbuhan sel otaknya akan berjalan dan berkembang sesuai dengan usianya, dan perkembangan ini terjadi akibat adanya kegiatan yang ada di TK tersebut. Alangkah pentingnya bagi anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). 
Sebagaimana yang telah sering kita dengar Konsep Dasar di PAUD ialah Belajar sambil Bermain, Bermain Seraya Belajar.Jadi jelas bahwa anak belajar melalui bermain artinya didalam bermain anak bisa belajar, mengembangkan ke-6 aspek seperti NAM, fisik motorik, kognitif, bahasa, SOSEM, dan seni. Melalui kegiatan belajar sambil bermain ke-6 aspek tersebut akan berkembang, contohnya dalam permainan PUZZLE. Disini perkembangan anak akan terlihat, yaitu:
  1. Aspek NAM, dalam permainan PUZZLE anak akan belajar bagaimana cara menjalin hubungan dengan temannya dengan baik dalam menyusun sebuah PUZZLE tersebut. Sikap dan moral anak akan terlihat dengan biak, apakah anak bisa berperilaku dengan baik dengan teman sebayanya.
  2. Fisik Motorik, dalam permainan PUZZLE perkembangan fisik motoric anak akan terlihat seperti perkembangan motoric halusnya, dalam menyusun kepingan-kepingan PUZZLE hingga menjadi bentuk yang utuh.
  3. Kognitif, jelas bahwa dalam permainan PUZZLE dapat mengembangkan aspek konitif anak. anak akan menghitung berapa jumlah kepingan-kepingan PUZZLE tersebut.
  4. Bahasa, dalam permeinan PUZZLE aspek bahasa anak akan terlihat ketika anak menyebutkan gambar apa yang sedang mereka susun.
  5. SOSEM, permainan PUZZLE dapat mengembangkan aspek SOSEM anak, dimana anak akan bekerja sama dengan teman sebayanya. Dia akan belajar bagaimana berbagi dan bersosialisasi dengan temannya, sehingga tidak terjadi perebutan dalam menyusun PUZZLE tersebut.
  6. Seni, jelas bahwa permainan PUZZLE dapat mengembangkan aspek seni anak. anak belajar mengenali warna dari gambar PUZZLE tersebut.
Jadi sangatlah jelas pendidikan di TK sangat penting bagi AUD. Kita tidak boleh menyia-nyiakan masa-masa keemasannya, karena semua itu akan terlihat apabila anak besar nanti. Tahap perkembangan anak akan berkembang sesuai dengan usianya.

Alternatif Pemecahan Masalah

Untuk memberikan pemecahan berbagai Problem PAUD diperlukan strategi-strategi dalam pemecahannya, sehingga problematika yang terjadi bisa diberikan solusi.

Menurut saya solusi strategi yang bisa diberikan untuk masalah di PAUD saat ini adalah:
  1. Menyadarkan para orang tua betapa pentingnya Pendidikan AnakUsia Dini, dengan mengadakan PARENTING orang tua dengan satuan lembaga PAUD. Menyampaikan bahwa di TK anak bukan hanya sekedar bermain saja, tetapi anak belajar melalui bermain. Masa-masa keemasannya akan berkembang dan potensi serta bakatnya kan berkembang sesuai dengan tahapan usianya.
  2. Sarana dan Prasarana yang ada di TK hendaknya kita jaga bersama. Kalau bukan kita siapa lagi, kita harus memulai dari diri kita terlebih dahulu seteleh itu baru kita ajak orang lain.
  3. Menjadi guru PAUD yang kreatif dan profesional dalam proses belajar mengajar. Contohnya walaupun di TK masih kekurangan media pembelajaran khususnya yang ada didalam ruangan, sebagai guru PAUD yang kreatif kita harus bisa mengatasi masalah yang seperti ini, karena media yang kurang bisa kita buat sendiri, dan kita tidak harus membeli, kita bisa memanfaatkan barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai dan kita olah atau kita jadikan sebagai media pembelajaran. Seperti tutup botolaqua, kalender bekas yang bisa kita tempel dengan berbagai gambar, aqua gelas yang bisa dijadikan gelang dalam permainan lempar gelang, dan masih banyak lagi yang lainnya.
  4. Mentaati peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah, seperti dalam penyusunan K13. Tujuan pemerintah sangat bagus dalam pengembangan kurikulum yang ada di Indonesia, jadi kita sebagai tenaga pendidik hendaknya melaksanakan kebijakan dari pemerintah tersebut, jangan kita menyebut kata susah sebelum kita mencobanya. Karena itu semua demi kemajuan lembaga kita juga, supaya kita tidak tertinggal oleh lembaga lain ataupun oleh sekolah-sekolah yang ada di Kota-kota besar.



12 January 2017

Pentingnya PAUD Terhadap Masa Depan

Logo Blog Edukasi PAUD Indonesia

Assalamu'alaikum Wr Wb.

Salam Edukasi PAUD Indonesia, kali ini saya akan membahas mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini bagi masa depan anak. banyak ditemukan hasil penelitian mengenai pendidikan anak usia dini yang memberikan hasil, bahwa pendidkan pada anak usia dini berpengaruh signifikan terhadap kehidupan seseorang pada masa dewasanya.

Pendidikan bagi anak usia dini, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003, merupakan salah satu jenjang pendidikan yang mendapatkan perhatian dari pemerintah, disamping orang tua sebagai pihak yang berkewajiban memberikan pendidikan pada anak usia dini.

Masa Golden Age

Para ahli pendidikan sepakat, bahwa pada masa usia dini seluruh aspek perkembangan manusia berkembangan secara maksimal. Termasuk diantaranya perkembangan otak, yang berkembangan pesat pada usia 3-4 tahun, atau yang lebih dikenal dengan masa Golde Age. Pada masa inilah seharusnya anak mendapatkan perhatian dari orang dewasa, agar perkembangan otaknya dapat berkembangan optimal.

Berdasarkan hasil riset otak mutakhir, perkembangan otak 95 persen terjadi pada usia dini, yaitu di bawah umur 7 tahun. Dan masa 3 tahun pertama adalah saat membangun pondasi struktur otak yang akan berdampak permanen. Jaringan komunikasi antar sel terbentuk karena adanya rangsangan (stimulasi) dari luar. Semakin kaya pengalaman dan rangsangan, semakin kompleks jaringan sel otak. Ketika anak tertarik pada sesuatu dan mempelajarinya, semakin kompleks jaringan sel otak (Anggani, 2000:97).

Peran Orang Tua  

Peran orang tua sangat penting dalam upaya mengoptimalkan perkembangan kecerdasan anak, dengan cara memberikan stimulus-stimulus kepada anak. Stimulus yang diberikan akan mendapatkan respon dan respon itulah yang membuat kecerdasan anak berkembang. Dengan kata lain optimalnya perkembangan anak tergantung pada stimulus yang diberikan oleh orang tua atau orang yang berada disekitarnya.

Faktanya tidak semua orang tua mempunyai pengetahuan dan keahlian dalam memberikan stimulus kepada anak, sehingga dibutuhkanlah guru PAUD dengan kualifikasi dan kompetensi yang dimilikinya dapat memberikan penanganan yang baik.

Perkembangan kecerdasan anak, berpengaruh juga terhadap kreativitasnya. Masing-masing anak mempunyai modal kreativitas dalam dirinya, guru hanya perlu menyediakan sarana dan prasarana untuk menyalurkan seluruh potensi anak tersebut. Ransangan dapat diberikan dengan cara memberikan kesempatan pada anak untuk menjadi kreatif. Biarkan anak dengan bebas melakukan, memegang, menggambar, membentuk maupun membuat dengan caranya sendiri. Munculkan daya kreatifitas anak dengan membiarkan anak menuangkan imajinasinya. Ketika anak mengembangkan keterampilan kreatif, maka anak tersebut juga dapat menghasilkan ide-ide yang inovatif dan jalan keluar dalam menyelesaikan masalah serta meningkatkan kemampuan dalam mengingat sesuatu.

Pentingnya PAUD Terhadap Masa Depan 

Kecerdasan dan kreativitas anak berkembang lebih optimal jika ditangani oleh orang-orang yang berkompeten dalam bidang tersebut. Salah satu tempat yang sudah disediakan baik oleh pemerintah maupun swadaya masyarakat adalah pada Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (LPAUD).

Tenaga pada LPAUD dibimbing dan dibina, agar dapat memberikan pelayanan terbaik bagi orang tua yang tidak cukup menguasai cara-cara mengoptimalkan berbagai aspek perkembangan anak usia dini. pada LPAUD lah anak dikembangkan semua aspek perkembangannya sesuai dengan metode, strategi, tehnik yang sesuai dengan tahap perkembangannya.

Pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia dini, sangat menentukan derajat kualitas manusia pada tahap berikutnya.(Martinis, 2004). Sehingga masa depan anak banyak tergantung kepada optimal dan tidaknya pertumbuhan dan perkembangannya.

Dengan demikian, dapat disumpulkan bahwa pendidikan pada anak usia dini sangat penting, karena berpengaruh terhadap masa depannya.

Demikian, semoga bermanfaat, Amin

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Referensi
Sudono, Anggani. 2000. Sumber belajar dan Alat Permainan (untuk Anak Usia Dini). Bandung: Grasindo

Nurhayati, A. 2014. PENINGKATAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI DENGAN BEREKSPLORASI MELALUI KORAN BEKAS DI TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH 2 DURI. Jurnal Pesona PAUD. Volume 1 Nomor 1

Martinis. 2004. PENINGKATAN KREATIVITAS ANAK MELALUI MELUKIS MENGGUNAKAN SIKAT GIGI TAMAN KANAK-KANAK PADANG. Jurnal Pesona PAUD. Volume 1 Nomor 1